sewa ambulance

Latest News

Kementerian Kesehatan Meningkatkan Perhatian Terhadap Jenis Baru Ancaman Flu Babi

Genotipe 4 (G4) virus flu babi telah menjadi virus baru yang harus diwaspadai di tengah-tengah pandemi COVID-19. Karena virus G4 juga berpotensi menjadi pandemi.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Vektor dan Zoonosis Dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid mengatakan bahwa kasus virus flu babi G4 tidak ditemukan pada orang yang sakit, tetapi ada tes darah dari populasi yang dilakukan. dengan pengawasan atau penelitian kemungkinan virus.
"Ada sejumlah alasan mengapa virus G4 berpotensi menjadi pandemi, termasuk virus G4 yang telah beredar di populasi babi di China. Virus ini juga dapat menempel pada reseptor di saluran pernapasan manusia," katanya di briefing media secara virtual, Kamis (9/7).
Dengan menempel pada reseptor virus, ia dapat memasuki sel manusia. Virus G4 juga dapat melekat pada jaringan trakea manusia, terutama di sel-sel yang melapisi trakea. Dengan menempel pada tabung penghubung saluran pernapasan bagian atas dan bawah dan paru-paru, virus dapat menyebar ke paru-paru manusia.
Virus ini juga dapat menginfeksi sel epitel saluran napas manusia. Sel-sel yang biasanya melapisi bronkus dan alveoli manusia berhasil terinfeksi virus G4 di laboratorium. Setelah memasuki sel manusia, virus baru ini berkembang biak dan menyebar di sana.
Hewan musang (sejenis musang) yang terinfeksi G4 dapat menularkannya melalui tetesan atau kontak langsung. Hasil percobaan pada hewan Musang (sejenis musang) virus G4 dapat ditularkan melalui kontak langsung. Virus G4 dapat ditularkan melalui tetesan air liur tetesan.
Virus G4 tidak dapat dilindungi dari vaksin flu yang ada karena ada perbedaan strain virus yang ada dalam vaksin flu. Namun, ada keuntungan bahwa vaksin flu H1N1 telah ditemukan, sehingga lebih mudah untuk menemukan vaskin G4 dibandingkan dengan mengembangkan vaksin COVID-19 dengan penyakit yang sama sekali baru.
Nadia mengatakan bahwa sampai sekarang belum ada penularan dari manusia ke manusia. Yang paling berisiko terinfeksi varian G4 adalah penularan dari babi ke manusia seperti orang yang bekerja atau menjalani aktivitas sehari-hari dengan babi.
"Belum ada transmisi yang tercatat terjadi antara manusia ke manusia, yang terjadi transmisi G4 berasal dari babi yang ditransmisikan ke manusia, kepada petani dan orang-orang yang bekerja di peternakan babi," tambah Nadia
Di Indonesia, belum ada kasus flu babi pada varian G4. Meski belum ada kasus, masyarakat dan peternak babi didorong untuk terus meningkatkan kewaspadaan dengan selalu menjaga kesehatan dan kebersihan.
"Cara mencegahnya dapat dilakukan dengan menghindari kontak langsung dengan babi yang sakit dan menggunakan peralatan pelindung pribadi ketika bekerja dengan babi, menjaga kebersihan pribadi dan kebersihan lingkungan yang terkait dengan babi (kandang babi, pasar babi, dan rumah pemotongan babi), Melakukan desinfeksi, mencuci tangan dan menjaga kebersihan pribadi, serta vaksinasi hewan, "kata dr. Siti
Kementerian Kesehatan juga telah membuat Surat Edaran Direktur Jenderal P2P untuk semua Kantor Kesehatan Provinsi dan Kantor Kesehatan Pelabuhan tentang Kewaspadaan terhadap Strain Baru Virus Flu Babi (GA EA H1N1)
Hotline Corona 119 ext 9. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor tersebut hotline Halo Kementerian Kesehatan melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surel kontak[at]Menteri Kesehatan[dot]Pergilah[dot]Indo (D2)

Jabatan Kementerian Kesehatan Meningkatkan Perhatian Terhadap Jenis Baru Ancaman Flu Babi muncul pertama kali di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top