sewa ambulance

Latest News

Kementerian Kesehatan Meluncurkan Program Peningkatan Kualitas Kesehatan Lingkungan di Pesantren

Kementerian Kesehatan meluncurkan program Peningkatan Kualitas Kesehatan Lingkungan di Pesantren. Program ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku hidup sehat termasuk pencegahan penularan Covid-19 di pesantren.
Pembentukan program ini dimotivasi oleh hasil inspeksi sanitasi di pondok pesantren tahun 2006-2013. Hasil inspeksi ini menunjukkan bahwa 50% pondok pesantren termasuk dalam kategori "sedang", yang berarti 40% -95% dari faktor risiko menyebabkan masalah kesehatan.
Penyakit yang banyak ditemukan di pondok pesantren adalah penyakit kulit, diare, DBD, malaria, ISPA, TBC. Faktor risiko di pesantren adalah masalah sanitasi, kamar dan bangunan, dan perilaku masyarakat di pesantren.
Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat dr. Kirana Pritasari, MQIH mengatakan bahwa pesantren memiliki potensi besar untuk ditingkatkan. Sehingga Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Kementerian Agama untuk meningkatkan kualitas kesehatan di pesantren.
"Diharapkan pesantren dapat berpartisipasi dalam meningkatkan kesehatan lingkungan mereka. Karena jika siswa sehat, mereka akan mencapai dan akan menjadi agen perubahan di keluarga dan di masyarakat, "katanya melalui konferensi video, Kamis (23/4).
Program ini nantinya akan diterapkan pada kegiatan yang dilakukan oleh Kelompok Kerja Masyarakat Pondok Pesantren (KKM Pontren). Pontren KKM didirikan dengan keputusan dari pimpinan pesantren.
Pontren KKM mengembangkan Rencana Kerja Masyarakat Pontren (RKM Pontren) untuk sanitasi yang difasilitasi oleh Pusat Kesehatan Sanitasi dan Fasilitator Distrik. Pontren RKM disahkan oleh kepala sekolah berasrama, kepala Puskesmas dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten yang mewakili Bupati.
RKM Pontren Selanjutnya diusulkan ke Direktorat Kesehatan Lingkungan, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat. Untuk menjalankan Pontren RKM, Departemen Kesehatan akan menyediakan anggaran sebesar Rp.75 juta per Pontren.
40 Pontren di 21 provinsi, 38 kabupaten / kota telah didirikan tahun ini untuk menerapkan program Peningkatan Kualitas Kesehatan Lingkungan. Penentuan 40 Pontren telah diratifikasi melalui Keputusan Direktur Anggaran untuk Direktorat Kesehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan nomor HK.02.03 / 5/2223/2020 tentang Pembentukan Pondok Pesantren dalam Meningkatkan Kualitas Sanitasi Lingkungan di Pondok Pesantren Sekolah pada tahun 2020.
Penentuan 40 Pontren berdasarkan kriteria umum dan kriteria khusus. Kriteria umum meliputi:
a) Lokasi yang dipilih adalah di lokasi Stunting Kabupaten / Kota
b) Memiliki unsur pesantren:
(1) pengasuh sekolah asrama (kiai, master, atau sebutan lain),
(2) santri, rumah kos, tempat ibadah, pengajaran buku kuning
c) Jumlah siswa minimal 150 orang.
d) Memiliki izin operasional dari Kementerian Agama
Sedangkan kriteria spesifik terdiri dari:
a) Rendahnya akses ke fasilitas sanitasi yang layak
b) Kebersihan sanitasi bangunan yang tidak tepat
c) Banyak kejadian penyakit berbasis lingkungan
Diharapkan bahwa program ini dapat menghasilkan perubahan perilaku di masyarakat di Pontren. Tidak hanya itu, juga diharapkan akan ada peningkatan akses ke fasilitas sanitasi yang berkualitas dan berkelanjutan, peningkatan pendapatan keluarga, dan dapat mencegah penularan Covid-19.
Hotline Corona 119 ext 9. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat, Departemen Kesehatan, Republik Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor tersebut hotline Halo Kementerian Kesehatan melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surel kontak[at]Menteri Kesehatan[dot]Pergilah[dot]Indo (D2)

Pos Kementerian Kesehatan Meluncurkan Program Peningkatan Kualitas Kesehatan Lingkungan di Pondok Pesantren muncul pertama di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top