sewa ambulance

Uncategorized

BIARKAN PENYESUAIAN DIRI DENGAN KEBIASAAN BARU

Salam sehat sahabat RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Pandemi Covid19 belum berakhir dan akan ada di sekitar kita di masa depan. untuk itu, tetap tenang, jangan panik, sesuaikan dengan kebiasaan baru: pakailah masker, cuci tangan dengan sabun, sediakan pembersih tangan ke mana pun Anda pergi, makan makanan yang bergizi seimbang, rajin berolahraga, dan selalu lakukan hidup bersih dan sehat kebiasaan.

(humasrssms)

Kiriman LET'S DIRI PENYESUAIAN DENGAN KEBIASAAN BARU muncul pertama di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

ADAPTASI KEBIASAAN BARU

Salam sehat, jaga semangat melakukan aktivitas dengan beradaptasi dengan kebiasaan baru.

(rssms hubungan masyarakat)

Pos ADAPTASI KEBIASAAN BARU muncul pertama kali di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

Tips Pencegahan Setelah Bepergian

Covid19 masih ada di sekitar kita, untuk itu sangat dianjurkan untuk selalu mempertahankan gaya hidup sehat untuk menghindari virus dan dapat memutus rantai penularan yang lebih luas.

Di sini kami menginformasikan tip pencegahan setelah bepergian

  1. buka alas kaki sebelum memasuki rumah
  2. semprotkan desinfektan pada barang-barang Anda termasuk alas kaki
  3. buang sampah, buang semua barang yang ada dan tidak berguna
  4. Cuci tangan Anda jangan menyentuh apa pun di rumah
  5. letakkan pakaian kotor, setelah berganti pakaian segera taruh di mesin cuci atau langsung direndam dengan sabun
  6. bersihkan tubuh Anda dengan mandi

(humasrssms)

Posting Tips Pencegahan Setelah Bepergian pertama kali muncul di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

TIPS: Cara Menggunakan dan Mencuci Topeng Kain dengan Benar

Untuk masyarakat umum selain pekerja medis, gunakan masker kain untuk kegiatan sehari-hari.

Kiat-kiat berikut tentang cara menggunakan dan mencuci masker yang benar.

jangan panik, budaya hidup bersih dan perilaku hidup sehat, karena Covid-19 akan ada di sekitar kita. selama kita menjalankan protokol kesehatan yang benar, kita akan tetap sehat dan dapat melakukan kegiatan sebagaimana mestinya.

(humasrssms)

Kiriman TIPS: Cara Menggunakan dan Mencuci Topeng Kain dengan benar muncul pertama kali di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

TIPS: PENCEGAHAN COVID-19 PADA KENDARAAN UMUM

Bagi Anda yang terpaksa meninggalkan rumah dan menggunakan transportasi umum, berikut adalah tips bagi Anda untuk menghindari transmisi Covid-19.

  1. Gunakan masker dan pembersih tangan berbasis alkohol
  2. Hindari menyentuh pintu atau pegangan dengan telapak tangan tanpa sarung tangan
  3. makan makanan yang aman dan bergizi dan minum air
  4. menjaga jarak antar penumpang minimal 1 meter
  5. Jangan berbagi makanan dan minuman dari wadah yang sama
  6. gunakan waktu perjalanan untuk beristirahat dan berdoa

semoga bermanfaat.

(sumber: POM / agensi lengkap)

humasrssms

Pos TIPS: COVID-19 PENCEGAHAN DALAM KENDARAAN UMUM pertama kali muncul di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

Kampanye Perubahan Perilaku, Pemerintah Menyediakan Layanan Informasi Covid-19 di nomor 321

Kementerian Kesehatan Indonesia merilis layanan Informasi Covid-19 di nomor 321
Perubahan perilaku sangat penting untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Oleh karena itu pemerintah menyediakan layanan Interactive Voice Response (IVR) 321 sebagai salah satu media pendidikan pencegahan Covid-19.
Layanan ini diprakarsai oleh Departemen Kesehatan, USAID, dan PT XL Axiata Tbk dan diluncurkan hari ini, Selasa (19/5).
Meluncurkan Kampanye Perubahan Wabah, Strategi Komunikasi untuk Perubahan Perilaku dalam Pencegahan Covid-19 dan 321 layanan Voice Response interaktif dilakukan hampir di Jakarta. Menteri Kesehatan Indonesia, dr. Terawan Agus Putranto mengatakan wabah Covid-19 tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga aspek kemanusiaan, sosial dan ekonomi yang lebih luas.
"Dampak semakin meluasnya wabah ini, perlu diatasi dengan mempercepat peningkatan pengetahuan masyarakat untuk mengatasi potensi risiko dan ancaman terhadap masalah kesehatan, sehingga orang dapat mengambil langkah yang tepat dan cepat untuk melindungi diri dari Covid-19," "katanya di Jakarta, Selasa (19/5).
Namun, sebenarnya, mengubah bukanlah hal yang mudah. Mengubah untuk mengusir wabah Covid-19 membutuhkan pendekatan komunikasi khusus yang mengarah pada tujuan mengubah perilaku kunci untuk mengurangi kasus Covid-19.
Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku dalam Covid-19 Prevention dikembangkan bersama Johns Hopkins Center untuk Tim Program Komunikasi sebagai mitra dari USAID. Dokumen ini adalah referensi untuk berbagai pihak yang terlibat dalam memberikan pendidikan dan mendorong perubahan dalam perilaku masyarakat yang mengarah pada pencegahan Covid-19.
Selain itu, layanan 321 juga merupakan salah satu pilihan saluran komunikasi yang dapat diakses oleh masyarakat umum untuk mendapatkan informasi tentang Covid-19.
Direktur USAID Indonesia Ryan Washburn mengatakan dalam perang melawan Covid-19, kita semua menghadapinya bersama. USAID dan semua komunitas, pemerintah, LSM, dan sektor swasta mendukung tanggapan terhadap COVID-19, di Amerika dan di seluruh dunia. "katanya." Peluncuran hari ini menggambarkan komitmen bersama kami untuk menjangkau orang-orang yang tinggal di daerah yang paling terpencil sekalipun dengan informasi yang dapat dipercaya, mudah dilakukan sehingga dapat menyelamatkan nyawa, "tambahnya.
Selain itu, dalam kemitraan ini PT XL Axiata Tbk terus menyediakan fasilitas yang mudah bagi pelanggan dan publik untuk mendapatkan informasi tentang pandemi Covid-19. Layanan terbaru yang sekarang sedang diperkenalkan dalam bentuk layanan telepon 321 memberikan peluang bagi lebih banyak orang Indonesia yang memiliki akses internet terbatas untuk mendapatkan berbagai informasi.
Masyarakat dengan semua jenis telepon seluler dapat menggunakan layanan ini untuk mendapatkan informasi dengan cepat tentang Covid-19 dan berbagai informasi bermanfaat lainnya untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan.
Kepala Staf Pemasaran XL Axiata, David Arcelus Oses XL Axiata mengatakan bahwa tidak semua pelanggan dan masyarakat menggunakan telepon pintar dan mengakses internet. Beberapa dari mereka tampaknya masih menggunakan telepon biasa, termasuk mereka yang tinggal di daerah yang belum terjangkau oleh jaringan internet.
"Layanan telepon 321 ini adalah salah satu solusi untuk mempercepat penyebaran informasi tentang Covid-19 secara lebih merata ke seluruh wilayah di Indonesia, mengingat layanan ini dapat diakses oleh semua pengguna telepon seluler di Indonesia. Semua konten informasi pada layanan ini juga disediakan dalam bahasa Indonesia, "katanya.
David menambahkan, saat ini 321 layanan telepon tersedia di 34 provinsi di Indonesia. Untuk memanfaatkan layanan ini, pelanggan hanya perlu melakukan panggilan telepon dengan menekan 321 dan mengikuti arahan sesuai dengan informasi yang dibutuhkan.
Pelanggan dapat menikmati panggilan gratis untuk delapan panggilan pertama. Setelah delapan panggilan pertama setiap bulan, tarif berikutnya berlaku dengan harga terjangkau Rp 250 / menit. Panggilan gratis ini berlaku setiap bulan.
"Semua konten informasi yang terkait dengan Covid-19 sejalan dengan pedoman nasional yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan dan Satuan Tugas untuk Percepatan Penanganan COVID-19. Inisiatif ini didukung oleh Johns Hopkins Pusat Program Komunikasi Indonesia melalui Program Aksi Terobosan didanai oleh USAID, "katanya.
Diharapkan bahwa Kampanye Turn Out the Plague di mana Strategi Komunikasi untuk Perubahan Perilaku dalam Mencegah Covid-19 dan Layanan Respons Suara Interaktif 321 menjadi salah satu media pendidikan pencegahan Covid-19, juga dapat mengubah perilaku orang untuk menjadi lebih sehat.
Hotline Corona 119 ext 9. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat, Departemen Kesehatan, Republik Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor tersebut hotline Halo Kementerian Kesehatan melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surel kontak[at]Menteri Kesehatan[dot]Pergilah[dot]Indo (D2)
promkes kemenkes

Posting Kampanye Perubahan Perilaku, Pemerintah Menyediakan Layanan Informasi Covid-19 di nomor 321 muncul pertama kali di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

BIARKAN AKAN MEMILIKI SENDIRI UNTUK TINGGAL WANITA DI RUMAH PADA WAKTU LUAR COVID-19

Kita berada di bulan Ramadhan yang sangat istimewa di mana tahun ini kita berada dalam pandemi Covid-19. mari kita nikmati bulan Ramadhan dengan ibadah yang penuh dengan kekhidmatan dan tetap beribadah di rumah, demikian imbauan dari Prof. KH. Nassarudin Umar, MA sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal

(sumber: promkes kemenkes)

Tulisan BIARKAN TAHAN UNTUK TINGGAL WANITA DI RUMAH PADA SAAT COVID-19 muncul pertama kali di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

Apa yang dilakukan selama isolasi independen?

Covid-19 Pendemi belum berakhir, mari kita selalu memanggil keluarga dan masyarakat untuk tetap disiplin memutus rantai penularan dengan menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari keramaian, memakai topeng dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menarik Juru Bicara Satuan Tugas untuk Pusat Akselerasi Penanganan Co-19 Dr. Ahmad Yurianto.

di tengah meningkatnya orang-orang positif yang berkaki 19 secara nasional dan kemunculan orang yang tidak bergejala (OTG), diperlukan kepatuhan individu untuk melakukan isolasi mandiri jika mereka memiliki riwayat bepergian dari daerah pandemi, kontak dekat dengan orang yang positif Covid-19 atau dinyatakan positif tetapi merasa tubuh sehat dan isolasi independen wajib, pertanyaannya adalah apa yang dilakukan ketika isolasi independen?

  1. tinggal di rumah selama 14 hari
  2. gunakan kamar terpisah dengan orang tua dan anggota keluarga lainnya
  3. Jika mungkin jaga jarak setidaknya 1 m dari anggota keluarga lainnya
  4. gunakan topeng
  5. lakukan pengukuran suhu harian dan observasi gejala klinis
  6. Hindari berbagi dengan peralatan makan, perlengkapan mandi, dan linen / seprai
  7. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama makan dengan gizi seimbang dan sering mencuci tangan dengan sabun
  8. berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi
  9. menjaga rumah tetap bersih dengan cairan desinfektan
  10. Hubungi Fasyankes segera jika Anda mengalami gejala yang memburuk untuk perawatan lebih lanjut.

(sumber: promkeskemenkes)

humasrssms

Posting Apa yang dilakukan selama Isolasi Independen? muncul pertama kali di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

RUMAH SAKIT GERIATRI WONOGIRI DENGAN INOVASI "SERGAP INTELLIGENT"

Geriatri adalah salah satu cabang kedokteran yang mempelajari kondisi fisiologis dan penyakit yang berkaitan dengan orang tua (usia / 65 tahun ke atas) dengan fokus pada penuaan dini dan pengelolaan penyakit yang berkaitan dengan usia tua. Proses penuaan menghasilkan penurunan fungsi sistem organ seperti sistem sensorik, sistem saraf pusat, pencernaan, sistem kardiovaskular dan respirasi.

Pasien geriatri dengan Diabetes Mellitus, adalah kelompok rentan yang kesehatannya tergantung pada disiplin dan kemampuan untuk menggunakan obat-obatan. Pasien-pasien ini memiliki risiko komplikasi yang tinggi seperti peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke, neuropati (kerusakan saraf), retinopati diabetik (penyebab utama kebutaan), penyebab utama gagal ginjal. Risiko kematian orang dengan diabetes mellitus lebih dari dua kali lipat dari orang yang tidak menderita diabetes mellitus.

Data dari Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan antara 1,6% hingga 53,1% dari populasi Indonesia berisiko diabetes mellitus dan dari total penderita 9% dari mereka tidak secara rutin mengambil suntikan OAD / insulin karena mereka merasa sehat, tidak secara rutin mengambil obat, minum obat tradisional, sering lupa minum obat dan lain-lain.

Pasien diabetes mellitus adalah pasien yang sering mengalami kesulitan dalam menggunakan obat kronis dan obat yang menggunakannya dengan teknik khusus seperti Insulin. Obat-obatan dari berbagai jenis atau lebih dikenal sebagai polifarmasi membuat kelompok pasien ini sulit dalam penggunaannya, sehingga mengurangi kepatuhan dalam penggunaan obat-obatan yang menghasilkan terapi suboptimal.

dr. Setyarin, M.kes sebagai Direktur RSUD Dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri didampingi oleh Ibu Dra. Elva Annisa, Apt, M.Kes, Kepala Instalasi Farmasi, mengatakan Inovasi itu SERANGAN DENGAN SEKSAMA (Sesarengan Smart Apoteker Menggunakan Obat-Obatan) memberikan solusi untuk membantu pasien yang rentan dengan kondisi tertentu dalam terapi penggunaan narkoba, dengan melakukan kunjungan rumah. ini dilakukan karena rata-rata mereka dalam keadaan setengah putus asa di mana mereka berusia lebih dari 65 tahun dan memiliki penyakit kronis, yang hidupnya tergantung pada disiplin dan kemampuan untuk menggunakan obat-obatan terapi. dalam suasana keputusasaan ini Dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri hadir untuk memberikan bantuan dalam konseling narkoba. Dengan inovasi ini, pasien ini lebih bersemangat dan merasa lebih optimis dalam hidup, dan mengatasi rasa sakit yang diderita.

Pasien Geriatrik dengan Diabetes Mellitus selama Pemeriksaan Rawat Jalan secara otomatis dimasukkan dalam pemantauan Tim Sregap yang Berhati-hati ini untuk diberi Konsultan dan Perawatan Rumah Farmasi, untuk itu pasien yang kebetulan cocok dapat berkonsultasi dengan petugas di Farmasi Rawat Jalan atau PIO untuk mendapatkan informasi lengkap, tambah Dra. Elva Annisa, Apt, M.Kes.

Diharapkan bahwa inovasi ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama Geriatrics.

(rssms hubungan masyarakat)

Pos RSUD WONOGIRI MEMBANTU KERENTANAN GERIATRI DENGAN INOVASI "FAST CARE" muncul pertama kali di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

Kementerian Kesehatan Meluncurkan Program Peningkatan Kualitas Kesehatan Lingkungan di Pesantren

Kementerian Kesehatan meluncurkan program Peningkatan Kualitas Kesehatan Lingkungan di Pesantren. Program ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku hidup sehat termasuk pencegahan penularan Covid-19 di pesantren.
Pembentukan program ini dimotivasi oleh hasil inspeksi sanitasi di pondok pesantren tahun 2006-2013. Hasil inspeksi ini menunjukkan bahwa 50% pondok pesantren termasuk dalam kategori "sedang", yang berarti 40% -95% dari faktor risiko menyebabkan masalah kesehatan.
Penyakit yang banyak ditemukan di pondok pesantren adalah penyakit kulit, diare, DBD, malaria, ISPA, TBC. Faktor risiko di pesantren adalah masalah sanitasi, kamar dan bangunan, dan perilaku masyarakat di pesantren.
Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat dr. Kirana Pritasari, MQIH mengatakan bahwa pesantren memiliki potensi besar untuk ditingkatkan. Sehingga Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Kementerian Agama untuk meningkatkan kualitas kesehatan di pesantren.
"Diharapkan pesantren dapat berpartisipasi dalam meningkatkan kesehatan lingkungan mereka. Karena jika siswa sehat, mereka akan mencapai dan akan menjadi agen perubahan di keluarga dan di masyarakat, "katanya melalui konferensi video, Kamis (23/4).
Program ini nantinya akan diterapkan pada kegiatan yang dilakukan oleh Kelompok Kerja Masyarakat Pondok Pesantren (KKM Pontren). Pontren KKM didirikan dengan keputusan dari pimpinan pesantren.
Pontren KKM mengembangkan Rencana Kerja Masyarakat Pontren (RKM Pontren) untuk sanitasi yang difasilitasi oleh Pusat Kesehatan Sanitasi dan Fasilitator Distrik. Pontren RKM disahkan oleh kepala sekolah berasrama, kepala Puskesmas dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten yang mewakili Bupati.
RKM Pontren Selanjutnya diusulkan ke Direktorat Kesehatan Lingkungan, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat. Untuk menjalankan Pontren RKM, Departemen Kesehatan akan menyediakan anggaran sebesar Rp.75 juta per Pontren.
40 Pontren di 21 provinsi, 38 kabupaten / kota telah didirikan tahun ini untuk menerapkan program Peningkatan Kualitas Kesehatan Lingkungan. Penentuan 40 Pontren telah diratifikasi melalui Keputusan Direktur Anggaran untuk Direktorat Kesehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan nomor HK.02.03 / 5/2223/2020 tentang Pembentukan Pondok Pesantren dalam Meningkatkan Kualitas Sanitasi Lingkungan di Pondok Pesantren Sekolah pada tahun 2020.
Penentuan 40 Pontren berdasarkan kriteria umum dan kriteria khusus. Kriteria umum meliputi:
a) Lokasi yang dipilih adalah di lokasi Stunting Kabupaten / Kota
b) Memiliki unsur pesantren:
(1) pengasuh sekolah asrama (kiai, master, atau sebutan lain),
(2) santri, rumah kos, tempat ibadah, pengajaran buku kuning
c) Jumlah siswa minimal 150 orang.
d) Memiliki izin operasional dari Kementerian Agama
Sedangkan kriteria spesifik terdiri dari:
a) Rendahnya akses ke fasilitas sanitasi yang layak
b) Kebersihan sanitasi bangunan yang tidak tepat
c) Banyak kejadian penyakit berbasis lingkungan
Diharapkan bahwa program ini dapat menghasilkan perubahan perilaku di masyarakat di Pontren. Tidak hanya itu, juga diharapkan akan ada peningkatan akses ke fasilitas sanitasi yang berkualitas dan berkelanjutan, peningkatan pendapatan keluarga, dan dapat mencegah penularan Covid-19.
Hotline Corona 119 ext 9. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat, Departemen Kesehatan, Republik Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor tersebut hotline Halo Kementerian Kesehatan melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surel kontak[at]Menteri Kesehatan[dot]Pergilah[dot]Indo (D2)

Pos Kementerian Kesehatan Meluncurkan Program Peningkatan Kualitas Kesehatan Lingkungan di Pondok Pesantren muncul pertama di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

Scroll to top