Author: admin

GUNAKAN MASKER, LINDUNGI DIRI DARI COVID-19

Hal-hal penting untuk mencegah Covid-19 termasuk:

  1. sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun
  2. Tinggal di rumah
  3. Jaga jarak
  4. Jangan berjabat tangan
  5. Pakailah topeng, untuk melindungi diri sendiri dan orang lain

sesuai dengan rekomendasi WHO bahwa saat ini siapa pun yang memiliki potensi untuk bertemu dengan seseorang atau orang harus mengenakan topeng untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain untuk menghindari penyebaran Covid-19 yang lebih luas.

(rssms hubungan masyarakat)

Pos GUNAKAN MASKER, LINDUNGI DIRI DARI COVID-19 muncul pertama kali di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

LAWAN COVID19, YUK ADALAH RUMAH

Dalam upaya memutus rantai transmisi Covid 19, tak henti-hentinya dan jangan bosan jangan bosan, ajak teman, saudara dan masyarakat untuk menjaga jarak mereka dan hindari berkumpul dengan orang. maka jika Anda merasa tidak sehat, lebih baik tinggal di rumah, biarkan saja di rumah.

sumber: promkes kemenkes

(rssms hubungan masyarakat)

Pos LAWAN COVID19, YUK HOME ONLY muncul pertama kali di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

Pembaruan 1.677 Covid-19 Pasien Positif di Indonesia

Jakarta, 1 April 2020
Pada 1 April 2020, total pasien konfirmasi positif Covid-19 telah mencapai 1.677. Total 103 pasien pulih, dan 157 pasien meninggal.
Pasien-pasien ini tersebar di 32 provinsi dan 1 provinsi masih dalam proses verifikasi di lapangan.
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto mengatakan gambar jumlah pasien memberikan bukti bahwa penularan di luar masih terjadi, kontak dekat masih diabaikan, dan kemudian cuci tangan tidak dilakukan dengan benar.
"Saya berharap kita semua harus dapat bekerja sama, kita harus dapat memastikan bahwa kita dapat memainkan peran aktif dalam hubungan ini," katanya pada Konferensi Pers di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (1). / 4).
Kami menyadari bahwa virus ini bermigrasi karena dibawa oleh manusia. Jika tidak dikendalikan, maka akan menimbulkan masalah serius. Karena alasan ini, pemerintah telah mendistribusikan 475.200 tes cepat ke semua dinas kesehatan provinsi.
Tidak hanya itu, lebih dari 6.500 spesimen dikirim ke 34 laboratorium di seluruh Indonesia. Spesimen kemudian digunakan untuk menentukan diagnosis dari pemeriksaan PCR.
"Lebih dari 349 ribu APD telah didistribusikan dan kami akan terus melakukannya untuk memenuhi kebutuhan petugas kesehatan yang berada di garis depan. 360 rumah sakit rujukan telah disiapkan, baik rumah sakit pemerintah, rumah sakit Kepolisian Republik Indonesia, rumah sakit milik negara, atau rumah sakit swasta, "katanya.
Pemerintah, lanjut dr. Achmad, akan melangkah lebih agresif lagi untuk menemukan kasus baru dan kemudian melakukan isolasi sehingga dapat memutus rantai penularan yang lebih luas.
Corona Virus Hotline 119 ext 9. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor tersebut hotline Halo Kementerian Kesehatan melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surel kontak[at]Menteri Kesehatan[dot]Pergilah[dot]Indo (D2)
sumber: promkes Kementerian Kesehatan RI

Pos Pembaruan 1.677 Covid-19 Pasien Positif di Indonesia muncul pertama kali di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

Panduan untuk Protokol Isolasi Independen untuk COVID-19 Positif

Sebagai penyebaran COVID-19 di berbagai daerah di Indonesia, pemerintah mewajibkan masyarakat untuk mengimplementasikannya jarak fisik sebagai langkah untuk menyebarkannya. Terutama bagi Anda yang memiliki gejala COVID-19 seperti demam di atas 38.C, batuk / pilek / radang tenggorokan hingga sesak napas / napas cepat. Salah satu langkah yang tepat untuk mencegah penyebaran COVID-19 adalah melakukan isolasi independen.

Protokol Isolasi Independen untuk Pasien dengan Konfirmasi COVID-19 Positif

Pasien yang mendapat hasil uji dari rumah sakit dan dinyatakan positif COVID-19, akan ditentukan apakah pasien dirawat di rumah sakit atau menjalani isolasi independen di rumah. Jika pasien harus menjalani isolasi independen, berikut ini adalah protokol isolasi independen yang harus dilakukan:

  1. Selalu pakai topeng di mana pun Anda berada, bahkan di rumah sekalipun. Setelah itu, segera lepaskan topeng setelah selesai digunakan. Coba gunakan masker yang benar-benar aman untuk kesehatan dan selalu ganti masker setiap hari.
  2. Tetap di rumah jika Anda sakit dan mengalami gejala demam, flu, atau batuk. Jangan pergi ke tempat-tempat umum untuk mencegah penularan virus ke publik.
  3. Jika Anda ingin berkonsultasi tentang kondisi Anda saat ini, hubungi petugas medis melalui portal informasi online atau telemedicine. Ceritakan secara terperinci kondisi atau gejala yang Anda rasakan, dan daerah mana yang telah Anda kunjungi.
  4. Gunakan ruang terpisah dari anggota keluarga lain saat di rumah. Cobalah untuk melakukan berbagai pekerjaan Anda di rumah. selain itu, selalu jaga jarak 1 meter dari anggota keluarga lainnya.
  5. Lakukan pemeriksaan suhu tubuh setiap hari. Selalu pantau kondisi batuk dan sesak napas yang menurut Anda Anda alami. Jangan menggunakan peralatan yang sama dengan anggota keluarga lainnya.
  6. Selalu terapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), konsumsi makanan bergizi, dan selalu cuci tangan secara teratur menggunakan sabun melalui 6 langkah selama 20 detik.
  7. Jaga kebersihan interior rumah dengan cairan desinfektan. Selain itu, berjemur di bawah sinar matahari selama sekitar 15 hingga 30 menit setiap hari.
  8. Hubungi perawatan medis segera untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut jika rasa sakit semakin memburuk.

Bagi Anda yang tes cepatCOVID-19 negatif, berikut langkah-langkah yang harus Anda ambil:

  1. Lakukan jarak fisik sebagai langkah antisipatif untuk menularkan virus.
  2. Tes ulang 7 hingga 10 hari kemudian.
  3. Hubungi kami kesehatan digital untuk mendapatkan konsultasi mengenai kondisi kesehatan Anda.

Dengan berbagai tindakan isolasi independen seperti di atas, Anda akan berpartisipasi dalam mengurangi dampak transmisi COVID-19 di Indonesia.

sumber promkes Kementerian Kesehatan RI

(rssms hubungan masyarakat)

Panduan pos Protokol Isolasi Independen untuk Positif COVID-19 muncul pertama kali di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

CARA MENCEGAH COVID-19

Dalam Panduan Kesehatan Masyarakat untuk Covid-19, pencegahan termasuk

1. Pencegahan Tingkat Individu

Upaya Pembersihan Pribadi dan Rumah
Ada beberapa prinsip yang perlu diikuti untuk membantu mencegah distribusi
virus pernapasan, yaitu menjaga kebersihan pribadi dan pribadi dengan:
Sebuah. Cuci tangan Anda lebih sering dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik atau gunakan pembersih tangan, dan mandi atau cuci wajah Anda jika memungkinkan, ketika Anda sampai di rumah atau di tempat kerja, setelah membersihkan kotoran hidung, batuk atau bersin dan saat makan atau mengantarkan makanan.

b. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut Anda dengan tangan yang belum dicuci
c. Jangan berjabat tangan
d. Hindari interaksi fisik yang dekat dengan orang yang memiliki gejala nyeri
e. Tutupi mulut Anda saat batuk dan bersin dengan lengan dan ketiak bagian atas atau dengan tisu lalu buang tisu itu langsung ke tempat sampah dan segera cuci tangan
f. Ganti pakaian / pancuran segera setelah Anda tiba di rumah setelah bepergian
g. Bersihkan dan desinfeksi secara teratur pada barang-barang yang sering disentuh dan pada permukaan rumah dan furnitur (meja, kursi, dll.), Gagang pintu, dan sebagainya. Meningkatkan Kekebalan Diri dan Mengontrol Komorbid

Dalam memerangi penyakit COVID-19, menjaga sistem kekebalan tubuh adalah penting, terutama untuk mengendalikan komorbiditas. Tersedia
beberapa hal yang dapat meningkatkan kekebalan diri pada orang yang terpajan COVID19, yaitu sebagai berikut:
Sebuah. Konsumsi gizi seimbang
b. Aktivitas fisik / olahraga sedang
c. Istirahat yang cukup
d. Suplemen vitamin
e. Jangan merokok
f. Mengontrol komorbiditas (misalnya diabetes mellitus, hipertensi, kanker)

2. Pencegahan Tingkat Komunitas

A. Batasan Interaksi Fisik (Kontak fisik / jarak fisik)
Sebuah. Tidak menutup atau berkumpul di tengah orang banyak atau tempat-tempat umum, jika dipaksa berada di tempat umum memakai topeng.
b. Jangan mengadakan kegiatan / pertemuan yang melibatkan banyak peserta (pertemuan massal).
c. Hindari bepergian ke luar kota atau ke luar negeri.
d. Hindari bepergian ke tempat-tempat wisata.
e. Mengurangi kerabat / teman / kerabat yang berkunjung dan mengurangi kunjungan / tamu.
f. Kurangi frekuensi berbelanja dan pergi berbelanja. Ketika Anda benar-benar membutuhkan, usahakan tidak pada jam sibuk.
g. Melaksanakan Pekerjaan Dari Rumah (WFH)
h. Jaga jarak minimum 1 meter dari orang lain (saat mengantri, duduk di bus / kereta api).
saya. Untuk saat ini, anak-anak harus bermain sendiri di rumah.
j. Untuk saat ini, Anda dapat melakukan ibadah di rumah.

B. Menerapkan Etika Batuk dan Bersin
Sebuah. . Jika terpaksa bepergian, ketika batuk dan bersin menggunakan tisu maka segera buang tisu ke tempat sampah dan segera cuci tangan
b. Jika tidak ada jaringan, saat batuk dan bersin, tutupi dengan lengan dan ketiak bagian atas.

C. Karantina Kesehatan
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan, untuk mengurangi penyebaran epidemi, Karantina Kesehatan perlu dilakukan,
termasuk Karantina Rumah, Batasan Sosial, Karantina Rumah Sakit dan Karantina Daerah

D. Menjaga Jarak Fisik dan Jarak Sosial dan Sosial
Pembatasan sosial adalah pembatasan kegiatan tertentu dari populasi di suatu daerah. Pembatasan sosial ini dilakukan oleh semua orang di daerah yang dituduhkan
terinfeksi penyakit. Pembatasan sosial berskala besar bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit di wilayah tertentu. Pembatasan sosial skala besar setidaknya mencakup: memberhentikan sekolah dan tempat kerja; pembatasan kegiatan keagamaan; dan / atau pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum. Selain itu, pembatasan sosial juga dilakukan dengan meminta orang untuk mengurangi interaksi sosial mereka dengan tetap tinggal di dalam rumah dan dengan membatasi penggunaan transportasi umum. Keterbatasan sosial dalam hal ini adalah menjaga jarak fisik (physical distancing), yang dapat dilakukan dengan:
1. Dilarang dari jarak dekat atau kontak fisik dengan orang-orang yang mengatur jarak terdekat sekitar 1-2 meter, tanpa jabat tangan, tidak ada pelukan dan ciuman.
2. Hindari penggunaan angkutan umum yang tidak perlu (seperti kereta, bus, dan angkutan umum), sebisa mungkin hindari jam sibuk saat bepergian.
3. Bekerja dari rumah, jika mungkin dan kantor memberlakukan ini.
4. Dilarang berkumpul massal di keramaian dan fasilitas umum.
5. Hindari mengumpulkan teman dan keluarga, termasuk mengunjungi / bertemu langsung dan menunda kegiatan bersama. Hubungi mereka dengan telepon, internet, dan media sosial.
6. Gunakan telepon atau layanan online untuk menghubungi dokter atau fasilitas lain.
7. Jika Anda sakit, dilarang mengunjungi orang tua / orang tua. Jika Anda tinggal di rumah yang sama dengan mereka, maka hindari interaksi langsung dengan mereka.

Setiap orang harus mengikuti ketentuan ini. Kami mendesak Anda untuk mengikuti instruksi ini secara ketat dan membatasi tatap muka dengan teman dan keluarga, terutama jika Anda:
1. 60 tahun ke atas
2. Memiliki penyakit penyerta (komorbiditas) seperti diabetes mellitus, hipertensi, kanker, asma dan Obstruksi Kronis Penyakit Paru-paru (PPOK) dll.
3. Wanita hamil

Pos CARA MENCEGAH COVID-19 muncul pertama kali RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

MENCEGAH CORONA, SILAHKAN DI RUMAH SAJA.

5 Hal Penting Cegah Covid-19

  1. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun, selalu cuci tangan sebelum menyentuh mata, mulut, dan hidung
  2. Tetap di rumah, meminimalkan risiko penularan dengan tidak hadir di kegiatan yang membawa banyak orang
  3. Jaga jarak dan hindari keramaian, jaga jarak (jarak sosial)
  4. Tidak berjabat tangan, budaya berjabat tangan dalam gaya Indonesia saat ini sementara digantikan dengan yang lain menghindari sentuhan
  5. Pakai topeng jika Anda sakit atau harus berada di tempat umum, pakailah topeng saat Anda sakit.

promkes kemenkes – humasrssms

Pos MENCEGAH CORONA, SILAHKAN DI RUMAH SAJA. muncul pertama kali RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

Covid-19, Perbedaan antara Orang dalam Pemantauan dan Pasien dalam Pengawasan

Tidak semua orang yang dicurigai atau dicurigai Covid-19 akan mengkonfirmasi positif Covid-19. Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes dr. Achmad Yurianto menjelaskan ada perbedaan antara Orang dalam Pemantauan dan Pasien dalam Pengawasan.
"Terminologi Orang dalam Pengawasan adalah semua orang yang masuk ke Indonesia, baik Warga Negara Indonesia atau Warga Negara Asing yang berasal dari negara yang diyakini telah menular antar manusia," katanya dalam konferensi pers di gedung Departemen Kesehatan, Selasa (3/3) 3).
dr. Ahmad memberi contoh negara-negara ini termasuk Cina, Korea Selatan, Jepang, Iran, Italia, Singapura dan Malaysia. Oleh karena itu, siapa pun yang berasal dari negara itu akan disebut Pengawas.
Lebih lanjut ia mengatakan, pemantauan dimaksudkan untuk mengantisipasi jika orang yang diawasi sakit, sehingga bisa segera diperiksa.
Jika orang dalam pemantauan sakit dengan gejala yang menyebabkan influenza sedang atau berat seperti batuk, flu, demam, dan masalah pernapasan, maka ia langsung dirawat sebagai pasien dalam pengawasan.
"Itu artinya harus dirawat. Pasien yang berada di Pengawasan belum tentu curiga," katanya.
Jika pasien dalam pengawasan ini memiliki kepercayaan diri untuk memiliki riwayat kontak dengan orang lain yang mengkonfirmasi Covid-19 positif maka ia menjadi curiga. Perintah setelah dinyatakan mencurigakan kemudian dilakukan pemeriksaan spesimen.
Namun, saat ini pemeriksaan spesimen tidak harus menunggu kecurigaan terlebih dahulu. Semua pasien di bawah pengawasan langsung diperiksa untuk menemukannya dengan cepat.
Spesimen diambil dari 3 tempat di tubuh yaitu di dinding di belakang hidung, melalui mulut, dan bronkoskopi dilakukan di rumah sakit rujukan infeksi. Spesimen akan diperiksa menggunakan 2 metode, Reaksi Rantai Polimerase (PCR) dan Sekuensing Genom.
"Metode cepat atau PCR dalam waktu 24 jam telah selesai dan hanya akan mengetahui virus Corona, atau dengan metode Genome Sequencing 2-3 hari untuk mengetahui jenis virus, tidak hanya Corona tetapi juga selain Corona," kata Dr. Ahmad.
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat, Departemen Kesehatan, Republik Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor tersebut hotline Halo, Kementerian Kesehatan melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surel kontak[at]Menteri Kesehatan[dot]Pergilah[dot]Indo(D2)
(repost: humasrssms)

Pos Covid-19, Perbedaan antara Orang dalam Pemantauan dan Pasien dalam Pengawasan muncul pertama kali RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

JAGA DIRI DAN KELUARGA ANDA DARI CORONA VIRUS DENGAN KECERDASAN

Novel Coronavirus (2019-nCoV) adalah virus baru yang menyebabkan penyakit pernapasan. virus ini berasal dari Cina. Novel Coronavirus adalah keluarga dengan virus yang menyebabkan SARS dan MERS.

Jaga dirimu dan keluargamu dengan Germas cara:

  1. Makan dengan nutrisi seimbang
  2. Rajin berolahraga dan istirahat yang cukup
  3. menjaga kebersihan lingkungan
  4. jangan merokok
  5. cuci tangan Anda dengan sabun
  6. pakailah masker jika Anda batuk atau tutup mulut dengan lengan atas di dalam
  7. minum 8 gelas air mineral / hari
  8. makan makanan yang dimasak dengan sempurna dan jangan makan daging dari hewan yang berpotensi menular
  9. jika demam dan sesak napas segera pergi ke fasilitas kesehatan
  10. Jangan lupa berdoa.

(rssms hubungan masyarakat)

Pos JAGA DIRI DAN KELUARGA ANDA DARI CORONA VIRUS DENGAN KECERDASAN muncul pertama kali RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

Scroll to top