sewa ambulance

Author: admin

Analisis Data COVID-19 Indonesia

Analisis Data COVID-19 Indonesia (Update data per 20 September 2020)

Aliran dan Sumber Data

  1. Sumber data yang digunakan dalam analisis ini adalah data dari Kementerian Kesehatan.
  2. Satgas Penanganan COVID-19 menerima data konfirmasi kasus positif dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) dengan sistem Semua Rekaman Baru yang kemudian diverifikasi oleh Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat (PHEOC) dan dikirim melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan.
  3. Data individu dari Pusdatin Kementerian Kesehatan dimasukkan ke dalam sistem United Against COVID (BLC) di bawah Gugus Tugas Penanganan COVID-19 dan diterima setiap hari.
  4. Data pasien individu di rumah sakit (termasuk OTG, ODP, PDP, positif yang sekarang dikenal sebagai kasus suspek dan terkonfirmasi) diperoleh melalui sistem Rumah Sakit Online yang dikelola oleh Dirjen Bina Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan dan dikirim oleh Pusdatin Kementerian Kesehatan.
  5. Data COVID-19 bersifat sangat dinamis sehingga dapat berubah sesuai dengan hasil verifikasi yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan.
  6. Data yang masuk ke dalam sistem BLC akan dianalisis secara harian dan mingguan yang dapat diakses di website: https://covid19.go.id.

Laporan Analisis Data COVID-19 ini disusun oleh Tim Ahli Satgas COVID-19.

ANALISIS

(Sumber: covid-19.go.id)

Post data analysis COVID-19 di Indonesia muncul pertama kali pada dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

OBAT TRADISIONAL DAN SUPLEMEN KESEHATAN MEMBANTU PENCEGAHAN COVID-19

Kita harus dengan bijak memilah dan memilih sumber informasi referensi. Apalagi terkait dengan obat-obatan yang kita konsumsi. Jika kita ceroboh maka akan berakibat fatal bagi kesehatan kita.

Mari selalu centang "KLIK", kemasan, label, ijin edar dan kadaluwarsa pada setiap kemasan obat atau suplemen kesehatan. Cari tahu lebih lanjut di http://cekbpom.pom.go.id

(covid-19.go.id)

Postingan OBAT TRADISIONAL DAN SUPLEMEN KESEHATAN UNTUK MEMBANTU PENCEGAHAN COVID-19 muncul pertama kali di dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN KETAT DALAM PEMILIHAN UMUM DAERAH

JAKARTA – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020, Satgas Penanganan Covid-19 meminta pemerintah daerah (Pemda) memperketat kegiatan politik di daerahnya yang melibatkan massa.

Data Kementerian Kesehatan mencatat, dalam peta zona risiko terdapat 309 kabupaten / kota yang menyelenggarakan pilkada. Terdapat 45 kabupaten / kota atau 14,56% yang masuk zona merah (tinggi) yang tersebar di 14 provinsi yang menyelenggarakan pilkada serentak.

"Untuk itu, kita perlu memperhatikan perkembangan kasus Covid-19, dan penanganannya di seluruh wilayah peserta pemilu ini," hingga Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito, Kamis ( 10/9/2020) di Kantor Kepresidenan.

Rincian zona merah antara lain Sumatera Utara (5), Sumatera Barat (4), Riau (4), Kepulauan Riau (2), Banten (1), Jawa Barat (1), Jawa Tengah (1), Jawa Timur ( 3). ), Bali (6), Sulawesi Selatan (1), Sulawesi Utara (1), Kalimantan Selatan (6), Kalimantan Tengah (4) dan Kalimantan Timur (5).

Kemudian ada 152 kabupaten / kota atau 49,19% di zona jingga (sedang) dan ada 72 kabupaten / kota atau 23,30% di zona kuning. Sedangkan di zona hijau tidak ada kasus baru, 26 kabupaten / kota atau 8,41% dan 14 kabupaten / kota tidak terdampak atau 4,53%.

Selama proses pilkada, Wiku menekankan bahwa para kontestan pilkada harus benar-benar menerapkan Health Protocol menuju Covid-19 Safe Continuous Elections.

“Pertama, calon mitra harus menjalani tes PCR dan dilarang melakukan kontak fisik selama proses seleksi,” lanjut Wiku. Kemudian yang kedua, metode kampanye yang diperbolehkan antara lain dapat mengadakan rapat terbatas yang dihadiri maksimal 50 orang dengan jarak penjagaan 1 meter.

Disarankan juga untuk menggunakan media online, debat publik atau debat terbuka antar pasangan calon untuk dilaksanakan di sanggar penyiaran, dengan jumlah maksimal 50 orang dengan jarak jaga 1 meter.

Untuk materi kampanye disarankan dalam bentuk alat pelindung diri seperti masker, sarung tangan, pelindung wajah atau hand sanitizer. Atau kegiatan lain yang diizinkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan menerapkan protokol yang ketat dan berkoordinasi dengan satuan tugas daerah,

“Kami minta agar seluruh aparatur penyelenggara, KPU, KPU Bawaslu daerah, seluruhnya pemerintah daerah melalui Sat Pol PP benar-benar bisa menegakkan disiplin protokol kesehatan karena ini adalah pesta demokrasi yang harus dilaksanakan dengan baik agar ada. tidak ada malapetaka terkait Covid-19, "tetapnya.

Di tingkat pusat, kata dia, saat pilkada serentak, beberapa kementerian / lembaga sudah berkoordinasi seperti Kementerian Dalam Negeri, TNI-Polri untuk penegakan protokoler. Sementara itu, KPU akan mempersiapkan dan memimpin pelaksanaan tahapan kegiatan pilkada dengan memperhatikan penegakan protokol kesehatan.

Sementara itu, Bawaslu akan merumuskan standar pengawasan pelaksanaan yang mencakup peraturan protokol kesehatan inklusif dan pemerintah daerah menciptakan kondusifitas selama pelaksanaan.

Kemudian saat menjawab pertanyaan media, Wiku menambahkan, kontestan pilkada mengikuti aturan yang ada. Jika Anda ingin melakukan kampanye jenis ini di luar aturan, Anda harus berkoordinasi dengan satgas daerah atau dinas kesehatan atau puskesmas setempat.

“Karena ini pasti ada risikonya, pemerintah melihat beberapa pelanggaran yang terjadi selama ini, dan kami minta agar kedepannya masyarakat dan kontestan benar-benar melakukan ini,” ujarnya.

(Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Tim Komunikasi Komite Pemulihan Ekonomi Nasional)

Postingan IMPLEMENTASI PROTOKOL KESEHATAN KETAT DI WILAYAH PENYELENGGARA PEMILU muncul pertama kali pada dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

AMAN DARI COVID-19 SAAT BELANJA

Ingin berbelanja kebutuhan sehari-hari dan harus keluar rumah? Jangan lupa terapkan health protocol #PakaiMasker #JagaJarak #CuciTanganPakaiSabun.

Juga pastikan gesekan lainnya diatasi. Baca panduan kesehatan lengkap di http://s.id/protokolkesmas

Postingan AMAN DARI COVID-19 WHILE SHOPPING muncul pertama kali di dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

JANGAN KIRIM! DISIPLIN MENGGUNAKAN MASK

Kampanye Nasional Kenakan Masker: Jangan Kendur! Disiplin dalam memakai topengKampanye Nasional Kenakan Masker: Jangan Kendur! Disiplin dalam memakai topeng

Kementerian Kesehatan menggemakan pentingnya disiplin memakai masker untuk mencegah penularan Covid-19. Umumnya penularan Covid-19 sudah lewat tetesan kecil/ cairan tubuh yang keluar dari hidung / mulut orang yang terinfeksi, saat batuk atau bersin dimana tetesannya terhirup atau menempel pada suatu benda / permukaan atau tangan. Saat itu, fungsi topeng menjadi sangat penting.

Mengenakan masker sangat penting dalam upaya mencegah penularan Covid-19, terutama saat berada di keramaian atau berdekatan seperti di stasiun, angkutan umum (misalnya bus / kereta api) dan tempat umum lainnya, seperti pasar dll. Masker dapat menghalangi percikan air liur yang keluar saat berbicara, mendesah, atau batuk dan bersin sehingga dapat mengurangi penyebaran virus.

Upaya pencegahan penularan Covid-19 adalah dengan menerapkan perilaku sehat yaitu Selalu Mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Kementerian Kesehatan melakukan kampanye perilaku sehat pada Agustus hingga November 2020. Kampanye Nasional Pakai Masker dilaksanakan pada 10 Agustus – 6 September 2020, kemudian dilanjutkan dengan kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) pada 7 September – 6 Oktober 2020. terhitung mulai 7 Oktober – 6 November 2020. Kampanye juga dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi, UPT Kementerian Kesehatan, dan Poltekkes seluruh Indonesia.

Penyebaran informasi terkait perilaku sehat telah dilakukan secara nasional dan regional melalui televisi, radio, media luar ruang, media sosial dan seminar / online.pertemuan virtual. Pembagian masker dan spanduk langsung di wilayah Jabodetabek seperti terminal dan beberapa lokasi strategis lainnya. Masker juga telah didistribusikan ke berbagai provinsi.

Pada hari Minggu, 30 Agustus 2020, lebih dari 40.000 masker telah dibagikan dari Kementerian Kesehatan dan bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kepada peserta / masyarakat di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) dan masyarakat sekitar GBK / yang melintas. jalan GBK. GBK juga memfasilitasi tampilan Iklan Layanan Masyarakat Menggunakan Masker melalui LED GBK di beberapa titik.

Kegiatan kampanye tersebut juga dihadiri oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Ketua Satgas Penanganan Covid-19 yang tergabung dalam Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN). Acara tersebut juga didukung oleh para atlet nasional dari cabang olahraga basket (Faisal Julius Ahmad, dan jet ski (Agsa Aswar dan Coach Fully Aswar), serta dr. Reisa Broto Asmoro dari Tim Komunis Satgas Covid-19.

Sejumlah komunitas blogger Hadir pula mini talkshow dengan Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat dan dr. Reisa akan membahas pesan utama kampanye, yaitu Selalu Mengenakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun Dengan harapan pesan tersebut dapat disebarluaskan kepada komunitas blogger melalui media sosial dan jejaring.

Kampanye ini diharapkan dapat dilanjutkan dengan kerjasama yang lebih erat dengan Kementerian / Lembaga dan Badan Usaha Milik Negara agar semakin banyak masyarakat yang memahami dan membiasakan diri dengan perilaku sehat untuk mencegah penularan Covid-19.

Jangan Kendur! Disiplin dalam memakai topeng

(Promkes Kementerian Kesehatan)

Posting JANGAN KIRIM! DISIPLIN MENGGUNAKAN MASK muncul pertama kali pada dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

SELESAI !! SEMUA KARYAWAN YANG DIKONFIRMASI COVID-19 TELAH SEMBUH

Pagi yang cerah bagi staf RS dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, hari ini seorang karyawan yang dipastikan Covid-19 dinyatakan dibuang setelah menjalani isolasi.

Direktur RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso, dr. Setyarini, M.Kes melepas secara simbolis 8 karyawan di lobby rumah sakit. Ini yang terakhir, jadi lengkapnya semua karyawan sudah nihil konfirmasi Covid-19, seperti yang kami sampaikan beberapa waktu lalu, jelas dr. Setyarini, M.Kes.

Saat ini kami sedang fokus untuk menerapkan layanan yang nyaman dan aman dari Covid-19, kami telah melakukan langkah besar-besaran untuk sterilisasi dan kami telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat, sehingga masyarakat tidak perlu takut untuk menggunakan layanan rumah sakit, tambah dr. Setyarini, M.Kes

Posting SELESAI !! SEMUA KARYAWAN YANG DIKONFIRMASI COVID-19 TELAH SEMBUH tampil pertama kali di dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

HOREE .. NAKES DIKONFIRMASI COVID-19 TELAH Dinyatakan NEGATIF ​​SETELAH BERLATIH ISOLASI

Sukacita terlihat pada 14 orang staf dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, karena hari ini mereka dideklarasikan dibuang dengan hasil tes PCR negatif.

Direktur RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso melakukan pelepasan simbolis dari isolasi, ia menyarankan karyawan untuk segera melakukan tugas layanan mereka kepada masyarakat.

melacak telah dilakukan untuk semua karyawan rumah sakit, hasilnya melacak hasil terakhir adalah semua negatif, jadi hanya menunggu periode isolasi karyawan dikonfirmasi sehingga semua karyawan dari nol rumah sakit dikonfirmasi Covid-19, tambah dr. Setyarini, M.Kes

RSUD melakukan upaya pencegahan dan pengobatan intensif internal di rumah sakit, dengan menelusuri seluruh karyawan, dinyatakan bahwa semua karyawan aman untuk memberikan layanan, karyawan yang telah dipastikan positif telah menjalani isolasi dan sebagian besar sudah sembuh, saat ini hanya karyawan yang menjalani tes. negatif yang melayani pasien. Upaya kedua dilakukan dengan mensterilkan ruangan dan peralatan di rumah sakit secara rutin dan berkala agar dinyatakan aman bagi pasien, upaya ketiga adalah menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi pemberi layanan, sehingga petugas lebih berhati-hati dan waspada. infeksi. Covid-19 pada pasien dan petugas itu sendiri.

kita harus belajar dari pengalaman, kita tidak akan jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. “Mohon doanya untuk restu masyarakat agar semuanya berjalan lancar dan dapat membantu upaya kesehatan masyarakat,” jelas dr. Setyarini, M.Kes

Postingan HOREE .. COVID-19 CONFIRMED NAKES SUDAH DITERAPKAN NEGATIF ​​SETELAH LATIHAN ISOLASI muncul pertama kali di dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

NAK SAAT INI TAMBAH LAGI

Staf belakang RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso, yang dikonfirmasi oleh Covid-19, disembuhkan. kabar baik untuk civitas hospitalia RSUD dr. Soediran Mangun SUmarso Wonogiri, dengan pemulihan tenaga kesehatan setelah menjalani karantina khusus. hari ini Direktur melepaskan seorang karyawan yang dinyatakan memiliki putuskan sambungan (negatif covid-19).

Alhamdulillah hari ini, jumlah karyawan yang pulih semakin baik, semoga mereka akan kembali membantu layanan di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso menjelaskan dr. Setyarini, M.Kes Direktur RSUD.

kami percaya bahwa karyawan lain yang statusnya dikonfirmasi covid-19 juga akan segera pulih, karena tidak ada gejala klinis yang signifikan, mereka menjalani isolasi dengan disiplin yang baik, dengan pemantauan rumah sakit. tinggal menunggu waktu isolasi kami yakin mereka sudah pulih 100%, mohon doakan semua orang, tambah dr. Setyarini, M.Kes.

untuk mengetahui juga upaya untuk mensterilkan semua area rumah sakit terus dilakukan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir karena rumah sakit secara hati-hati melakukan sterilisasi di semua area termasuk peralatan kesehatan, tetapi harap tetap menerapkan protokol kesehatan ketika mengunjungi Rumah Sakit.

Posting NAKES CURE ADDED AGAIN muncul pertama kali di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

DIREKTUR KARYAWAN COVID-19 KONSTRUKSI RUMAH SAKIT YANG DIKONFIRMASI DARI ISOLASI YANG DIUBAH SEBAGAIMANA DITEMUKAN

Berita baik diperoleh dari staf RSUD. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri dikonfirmasi ke-19. Setelah menjalani isolasi independen setelah dinyatakan positif covid-19 hari ini diizinkan pulang, artikel hasil tes PCR terakhir mereka negatif. Ini adalah karyawan yang dikonfirmasi oleh hasil penelusuran internal dari kontak pertama, yang lain masih menunggu hasil tes setelah menjalani isolasi, tetapi karyawan tersebut dipastikan berada dalam kondisi baik, kebanyakan tanpa gejala (asimptomatik).

secara simbolis Direktur melepaskan 22 karyawan yang dikonfirmasi dari isolasi dan perawatan RSUD dan menyerahkan pernyataan negatif Covid-19 kepada Ny. Daryati sebagai perwakilan karyawan.

Setelah ditemukan co-19 karyawan yang dikonfirmasi pada 19 Juli 2020, RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri membentuk tim pelacak dan segera melakukan tugas intensif melakukan pelacakan internal, berharap semua petugas kesehatan terdeteksi dalam kondisi dan rumah sakit bebas dari karyawan yang dikonfirmasi bersama. dalam melakukan penelusuran, penting untuk melakukan tes tes

PCR adalah karena kondisi rata-rata karyawan baik dan tanpa gejala, untuk mengetahui apakah orang yang bersangkutan dikonfirmasi atau tidak.

Penelusuran telah dilakukan hingga kontak ke 4, sudah lebih dari separuh karyawan yang harus melakukan tes laboratorium untuk menentukan kondisinya. Persentase sampel yang dikirim dengan hasil positif menurun secara signifikan.

Dari data yang telah keluar hasilnya adalah penurunan tren persentase hasil yang dikonfirmasi untuk sampel yang dikirim, bahkan pelacakan kontak dari empat hasil tes PCR menyentuh tingkat 1,5%. Dan kami yakin bahwa setelah RSUD ini nol konfirmasi covid-19, karena kami secara ketat melaksanakan protokol tentang penanganan dan pencegahan semua karyawan sehingga masyarakat aman dan nyaman untuk mencari perawatan di rumah sakit. Soediran Mangun Sumarso, menjelaskan dr. Setyarini, M.Kes Direktur RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso.

Kewajiban kami adalah semua penyedia layanan kesehatan rumah sakit bebas dari Covid-19 sehingga masyarakat percaya diri dan nyaman untuk mencari perawatan, kami telah melakukan secara besar-besaran dan menyeluruh sesuai dengan protokol pencegahan dan pengobatan co-19. dalam waktu dekat semua hasil akan keluar, tolong doakan agar kami dapat melayani masyarakat sepenuhnya, tambah dr. Setyarini, M.Kes.

(rssms hubungan masyarakat)

Jabatan DIREKTUR PENGHAPUSAN KARYAWAN YANG DIKONFIRMASI COVID-19 RSUD DARI ISOLASI YANG DIUBAH SEBAGAIMANA DITEMUKAN muncul pertama kali di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

YUK KAMI SIMAK UNTUK MEMAHAMI COVID-19

Beberapa Pertanyaan tentang Covid-19, mari kita lihat dan pahami bersama

Apa itu Virus Corona?

  • Virus Corona adalah nama keluarga besar virus yang dapat menyerang manusia dan hewan. Virus korona pada manusia menargetkan organ pernapasan. Manusia juga tidak dapat menularkan virus ini ke hewan peliharaan mereka
  • Hingga saat ini setidaknya ada lima jenis virus Corona yang telah diidentifikasi pada manusia. Tiga penyebab penyakit SARS paling terkenal,
    MERS, dan virus Corona. Virus ini disebut Corona yang dalam bahasa Latin berarti mahkota. Ini karena ketika dilihat menggunakan mikroskop, virus tampak seperti dikelilingi oleh mahkota.
  • Corona Virus Disease-19 (Covid-19) adalah nama penyakit yang disebabkan oleh tipe terbaru dari virus Corona

Apa saja gejala Covid-19?

  • Demam ≥38 ° C
  • Batuk kering
  • Sulit untuk bernafas
  • Nyeri di tenggorokan / menelan
  • Nyeri – merasa lelah atau lelah

Bagaimana manusia dapat terinfeksi Virus Corona?

  • Penyakit ini dapat menyebar melalui cipratan air (tetesan) dari hidung atau mulut saat berbicara, batuk atau bersin. Tetesan itu kemudian jatuh pada benda-benda di sekitarnya. Kemudian jika orang lain menyentuh benda yang telah terkontaminasi tetesan, maka orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi virus Corona.
  • Atau bisa juga seseorang yang terinfeksi virus Corona saat tidak sengaja
    menghirup tetesan dari penderita.

Mana yang lebih rentan terinfeksi virus Corona, apakah orang
orang yang lebih tua atau lebih muda?

  • Tidak ada batasan usia untuk orang yang terinfeksi oleh virus Corona. Tetapi orang tua, dan orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti asma, diabetes, penyakit jantung) tampaknya lebih rentan menderita penyakit parah.

Apakah mencuci tangan dengan sabun dan air bersih selama setidaknya 20 detik efektif melawan virus Corona?

  • Ya benar! Sering-seringlah mencuci tangan adalah salah satu langkah efektif
    mencegah infeksi virus seperti rhinovirus dan Coronavirus. Menggosok tangan dengan sabun dan air dapat secara efektif menghilangkan kotoran dan mikroorganisme pada kulit, dan membilas sabun dengan air mengalir juga dapat menghilangkan iritasi kulit.

Bagaimana cara mencuci tangan dengan benar?

  • Tangan basah, gosok sabun di telapak tangan, lalu bersihkan dan
    Gosok telapak tangan dengan lembut ke arah yang melingkar.
  • Gosok dan gosok punggung tangan Anda secara bergantian.
  • Gosokkan di antara jari sampai bersih.
  • Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci.
  • Gosok dan putar ibu jari Anda secara bergantian.
  • Tempatkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok dengan lembut. Bilasan
    dengan air bersih dan keringkan.

Apakah saya masih harus berdiri terpisah 1 meter saat mengobrol meskipun mengenakan topeng?

  • Iya. Mengenakan topeng tidak maka Anda bisa bebas berbicara dengan bebas
    seperti hari biasa. Pencegahan terbaik adalah mempertahankan
    jarak aman atau
    jarak fisik

Terkadang saya merasa pengap, bisakah topeng menutupi saja
mulut?

  • Sekalipun Anda sedang bercakap-cakap, area mulut yang rentan menularkan virus, tetapi area hidung yang tidak tertutup berpotensi menjadi pintu masuk virus. Bahkan ketika Anda bersin, jika Anda lupa
    menerapkan etika batuk dan bersin, percikan air bisa keluar dari hidung Anda dan benda-benda atau orang lain. Jika tidak nyaman, pilih topeng dengan kain yang berbeda.

Seberapa efektif kain topeng terhadap virus?

  • Dengan menguji menggunakan partikel 1 mikron, efektivitas masker bedah adalah 95%. Sementara itu, dua lapis kemeja katun (100%) mampu menampung 71% partikel dan dua lapis sarung bantal mampu menampung 69% partikel. Untuk keperluan non-medis, masker kain cukup efektif.

Bagaimana cara memakai topeng yang tepat?

  • Pertama, pastikan Anda telah mencuci topeng kain setelah pembelian. Membersihkan
    bersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir setidaknya 20 detik sebelumnya
    memegang topeng.
  • Pegang tali atau bagian karet, ikat di belakang kepala Anda atau kaitkan
    telinga. Jika tepi atas telah menutup pangkal hidung, tarik tepi bawah
    sampai menutup dagu.
  • Jika tangan telah menyentuh berbagai objek, hindari menyentuh
    sisi depan topeng karena virus melekat pada topeng
    pindah ke tangan Anda.

Bagaimana cara melepas topeng dengan benar?

  • Mulailah dengan melepas tali atau bantalan telinga tanpa menyentuh permukaan topeng.
  • Segera cuci dengan sabun dan dijemur.
    Setrika jika memungkinkan. Jangan lupa untuk mencuci tangan
    sabun dan air setidaknya selama 20 detik sesudahnya.

Ketika saya ingin minum atau makan di kantin kantor, haruskah masker dilepas atau diturunkan tepat di bawah dagu?

  • Menurunkan topeng di bawah dagu cenderung membuat virus
    menempel di bagian luar topeng bergerak ke wajah.
  • Lebih disukai, lepaskan topeng dengan memegang tali, letakkan
    dalam kantong tertutup (
    kantong) dalam posisi terlipat sehingga sisi
    di topeng tetap bersih.
  • Pakailah lagi setelah selesai makan
  • Dalam kondisi jarak fisik, cobalah makan di meja sendirian atau duduk berjauhan

Apa yang dilakukan saat isolasi diri / isolasi diri?

  • Gunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya
  • Gunakan kamar mandi terpisah, atau jika Anda tidak memiliki kamar mandi
    terpisah, lalu gunakan kamar mandi setelah semua anggota keluarga
    gunakan kamar mandi, dan bersihkan kamar mandi secara teratur setelahnya
    usang
  • Jaga jarak fisik satu meter dari anggota keluarga lainnya
  • Selalu pakai topeng selama isolasi termasuk saat berinteraksi
    dengan anggota keluarga lain atau orang lain
  • Ukur suhu tubuh setiap hari dan pantau gejala pernapasan
  • Hindari berbagi peralatan makanan atau perlengkapan mandi
  • Berjemur setiap pagi
  • Jaga kebersihan rumah, misalnya mengepel lantai menggunakan
    cairan desinfektan
  • Terapkan gaya hidup bersih dan sehat (makan makanan bergizi
    tinggi, rajin mencuci tangan dengan sabun, dan melakukan etika batuk)
  • Segera hubungi fasilitas kesehatan jika gejala nyeri memburuk. Jika
    Anda memiliki gejala ringan, tinggal di rumah dan ikuti aturan isolasi
    independen

Mengapa saya harus melakukan Isolasi Independen?

  • Karena tidak setiap orang sakit atau seseorang dengan gejala virus Corona, COVID-19 memerlukan perawatan medis, sebagian besar memiliki gejala ringan. Hanya mereka yang memiliki gejala parah dan yang memiliki kontak dekat dengan orang yang positif untuk virus Corona, COVID-19 dan telah melakukan perjalanan ke negara atau wilayah yang telah mengkonfirmasi kasus virus Corona, COVID-19 dan mereka yang memiliki gejala parah perlu diuji dengan tes cepat atau tes cepat.
  • Panggilan Hotline atau layanan medis akan memungkinkan penyedia layanan
    layanan kesehatan dengan cepat mengarahkan Anda ke fasilitas
    kesehatan yang baik. Ini akan melindungi Anda dan membantu
    mencegah penyebaran virus dan infeksi lainnya.
  • Jika Anda memiliki gejala dan telah melakukan kontak
    orang positif atau telah melakukan perjalanan ke negara atau wilayah yang telah mengkonfirmasi kasus virus Corona, COVID-19, maka Anda harus pergi ke fasilitas kesehatan.
  • Jika gejala Anda menjadi serius dan memerlukan perhatian medis, hubungi
    Hotline fasilitas medis terdekat untuk instruksi, atau
    kontak
    Hotline Secara nasional dalam 119 ekstensi 9 untuk mengonfirmasi
    kemana dan kapan harus pergi.

Pos YUK KITA SIMAK UNTUK MEMAHAMI COVID-19 muncul pertama kali di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.

Scroll to top